Komunitas UMKM di Jabar Sambut Baik Ide Gentengnisasi Prabowo: Bisa Angkat Ekonomi Rakyat
Tasikmalaya - Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat, menyambut positif rencana gentengnisasi yang akan digulirkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai berpotensi menggeliatkan ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin genteng di wilayah tersebut.
Pembina Komunitas UMKM Jabar Juara Sejahtera (JJS) Edy Suroso mengatakan program gentengnisasi menjadi bukti komitmen Prabowo dalam mendorong ekonomi masyarakat kecil. Ia menilai kebijakan ini juga berpeluang mengangkat nama daerah, khususnya Tasikmalaya dan sekitarnya, sebagai sentra produksi genteng nasional.
"Program gentengnisasi ini memberikan secercah harapan bagi para pengrajin genteng. Genteng adalah bentuk bisnis dari ekonomi kerakyatan dan bagi para pengrajin, hal ini tentu memberikan harapan," ujar Edy, Rabu (11/2).
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan sinyal adanya kepastian penyerapan produksi bagi pengrajin genteng tanah liat lokal. Meski demikian, ia mengingatkan pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri karena skema yang digunakan berpotensi mengedepankan model business-to-government (B2G).
Sebagai pembina UMKM, ia berkomitmen mendampingi pelaku usaha kecil agar memiliki pemahaman bisnis yang lebih matang, terutama terkait legalitas, kontrol kualitas, hingga manajemen perusahaan.
"Jangan sampai niat baik pemerintah hilang dan diambil oleh korporat besar, dan niat baik pemerintah untuk mengangkat ekonomi kerakyatan ini lepas. Itu tentu saja kesalahan pelaku UMKM yang tidak mempersiapkan diri," ujarnya.
Gagasan gentengnisasi pertama kali disampaikan Prabowo dalam pidato di Bogor, Jawa Barat, pada 2 Februari lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengusulkan penggantian atap seng dengan genteng agar hunian masyarakat lebih nyaman.
Prabowo juga menyebut Koperasi Desa Merah Putih dapat dilibatkan dalam proyek ini, termasuk dengan memberdayakan pengrajin genteng di masing-masing daerah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tasikmalaya Agus Rudianto menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan koperasi dalam menghimpun UMKM untuk memproduksi genteng tanah liat. Menurutnya, koperasi dapat memberikan rasa aman bagi pengrajin lokal, baik dalam proses produksi maupun kerja sama bisnis dengan pemerintah.
Selain itu, kehadiran koperasi dinilai dapat melindungi pelaku UMKM dari potensi dominasi korporasi besar. Namun demikian, ia menilai inisiatif ini perlu didukung regulasi yang memadai.
"Walaupun sudah ada UU koperasi, hendaknya koperasi diberikan barrier sehingga memungkinkan koperasi ini berbuat lebih banyak, tidak hanya scope keanggotaan tapi juga bisnis," ujar dia.






