BREAKING NEWS

 


Event Tebus Sembako Murah yang Dikoordinatori Wartawan dan LSM



Sumenep Selama ini publik ramai membahas kegiatan Tebus Sembako Murah yang turut menampilkan foto atau identitas wajah penyelenggara(5/12/2025).


Menanggapi berbagai informasi di media sosial yang menyebut bahwa kegiatan Tebus Sembako Murah adalah penipuan, pihak koordinator menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.



Menurut salah satu koordinator, paket sembako murah yang dibagikan dibeli dari toko ritel seperti Basmallah maupun grosir di pasar. Karena itu, menurutnya, anggapan bahwa kegiatan tersebut merupakan penipuan atau aktivitas tidak benar, tidak berdasar. Ia menilai informasi negatif yang beredar dapat saja muncul karena adanya pihak-pihak yang kurang memahami kegiatan tersebut. “Bisa jadi ada pihak yang merasa tidak dilibatkan sehingga muncul informasi yang tidak tepat,” ujarnya.


Koordinator tersebut juga menegaskan bahwa seluruh barang yang dijual bukan hasil tindakan melanggar hukum, melainkan dibeli menggunakan modal sendiri. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan aplikasi DN untuk memperoleh potongan harga atau keuntungan promo. “Aplikasi seperti SeaBank, TR, BCA, atau BRImo memang memiliki program bonus. Kami hanya memanfaatkan bonus yang memang disediakan aplikasi,” lanjutnya.


Terkait kabar bahwa kegiatan sembako murah digunakan sebagai modus penipuan atau pinjol, koordinator menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. “Kalau ada korban, barulah bisa disebut penipuan. Selama ini tidak ada laporan seperti itu,” tegasnya.


Untuk kegiatan Tebus Minyak Murah, pihak penyelenggara menjelaskan bahwa wartawan dan LSM telah meminta izin kepada pemangku wilayah, khususnya kepala desa. “Kami tetap meminta izin karena kepala desa merupakan pemilik kewenangan di wilayah tersebut,” katanya.


Tim Tebus Sembako Murah selama ini berkeliling di wilayah Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, Pamekasan, dan Sumenep.


Pihak koordinator mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar. “Semua informasi sebaiknya ditelaah terlebih dahulu, apalagi di era media sosial seperti TikTok,” pungkasnya.


Mukaram

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image