Aksi Damai Madas di Surabaya: Minta Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut Tuntas
Surabaya | Organisasi Masyarakat (Ormas) Madas Sedarah menggelar aksi damai di Polda Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan salah tangkap dan dugaan penganiayaan terhadap warga hingga meninggal dunia yang diduga melibatkan anggota kepolisian di Polres Tuban.
Ketua Umum Madas, Bung Taufik, menyampaikan rasa kecewa karena Kapolda Jawa Timur tidak hadir menemui massa. Menurutnya, hal tersebut dinilai sebagai bentuk kurangnya kepekaan terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami Ormas Madas datang dengan aksi damai menyampaikan aspirasi dengan data dan laporan yang jelas untuk mencari keadilan. Tapi Kapolda justru tidak menemui kami. Ini sangat disayangkan, seorang Kapolda sudah tidak mencerminkan seorang pemimpin kepolisian nomor satu di tingkat Jawa Timur lepas tanggung jawab dalam kepemimpinannya, kalau begini apakah ini Polri yang presisi,” ujarnya.
Taufik menilai Kapolda Jawa Timur perlu memberikan perhatian khusus terhadap evaluasi internal Polres Tuban, termasuk jajaran pimpinan dan anggota yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
“Penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi sangat tragis dan brutal. Ini mencoreng nama baik Polri sebagai penegak hukum,” katanya.
Ia juga menegaskan agar Kapolda tidak memberikan perlindungan kepada anggota yang diduga melakukan pelanggaran.
“Kapolda jangan melindungi anggotanya yang salah, bila kasus ini tidak dituntaskan jangan salahkan masyarakat tidak percaya terhadap polisi,” pungkasnya.
Sujai






