BREAKING NEWS

 

Mutasi Kontroversial di Tubuh Polrestabes Surabaya: Tujuh Anggota Satresnarkoba Digeser Usai Ungkap Dugaan Pesta Narkoba Oknum DPRD Gerindra

Surabaya | Ungkapnews.com – Kebijakan mutasi tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pasca pengungkapan dugaan pesta narkoba yang menyeret tiga oknum anggota DPRD dari Partai Gerindra menimbulkan anomali kelembagaan yang patut diuji secara kritis.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengonfirmasi mutasi tersebut melalui Surat Telegram Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober 2026. Alasan yang dikemukakan adalah dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya, dan terkait dengan tujuh anggota Sat Narkoba yang memang terkena mutasi, itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP," ujar Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Senin (02/11/2026).

Pernyataan tersebut justru melahirkan defisit transparansi. 

Pertama, tidak ada elaborasi yuridis mengenai substansi pelanggaran SOP yang dimaksud. 

Kedua, tidak ada kejelasan korelasi temporal antara pelanggaran tersebut dengan perkara narkoba yang melibatkan oknum legislatif. 

Ketiga, proses pemeriksaan yang kini dilimpahkan ke Bid Propam Polda Jatim berlangsung secara tertutup tanpa indikator akuntabilitas publik.

Konstruksi narasi "pelanggaran SOP" tanpa rincian faktual berpotensi dibaca sebagai instrumen depolitisasi dan demoralisasi terhadap anggota yang justru menjalankan fungsi penegakan hukum. 

Dalam perspektif pengawasan institusional, mutasi terhadap personel pengungkap di tengah perkara sensitif yang melibatkan aktor politik berkuasa merupakan preseden berbahaya yang mengancam prinsip independensi penyidikan.

Publik berhak menuntut penjelasan komprehensif: pelanggaran SOP apa, pada tahap penyidikan mana, dan mengapa sanksi administratif berupa mutasi ke Polsek dijatuhkan secara kolektif tepat setelah kasus berdimensi politik ini mencuat. 

Tanpa itu, kebijakan ini akan terus dimaknai sebagai bentuk hukuman terhadap integritas, bukan pembinaan terhadap profesionalisme.

Penulis: Arif.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image