Jum'at Sehat SMK MUDISA Perkuat Keteladan Guru dan Budaya Sekolah Kolaboratif
0 menit baca
Surabaya | Ungkapnews.com – Kegiatan Jumat Sehat SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) yang berlangsung di halaman IT Mall, Jl. Kusuma Bangsa, Jumat (16/10/2026) menegaskan paradigma pendidikan holistik. Tidak hanya diikuti siswa, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif bapak dan ibu guru yang membaur dalam senam bersama.
Fenomena tersebut merepresentasikan pergeseran makna pendidikan dari sekadar transfer of knowledge di ruang kelas menjadi praktik keteladanan (modeling) dan kedekatan emosional dalam membangun budaya sekolah positif.
Keterlibatan guru dalam senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menunjukkan implementasi prinsip earning by example. Guru tidak hanya menginstruksikan pola hidup sehat, tetapi mendemonstrasikannya secara langsung.
Menurut Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, ruang interaksi non-formal seperti Jumat Sehat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat komunikasi pedagogis. Dalam suasana yang egaliter tanpa sekat hierarkis, relasi guru-siswa terbangun lebih humanis, hangat, dan saling menghargai.
Senam bersama ini tidak berhenti pada dimensi kebugaran jasmani. Secara akademik, kegiatan ini sejalan dengan pendekatan deep learning yang dikembangkan SMK Mudisa, di mana nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan konsistensi diinternalisasi melalui pengalaman nyata, bukan sekadar teori normatif.
Dengan demikian, Jumat Sehat bertransformasi dari agenda olahraga rutin menjadi ekosistem pembentukan karakter dan keterampilan sosial.
Kebersamaan guru dan siswa dalam satu gerakan kolektif menjadi indikator penguatan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap almamater. Hal ini melengkapi rangkaian kegiatan Jumat Sehat yang turut diisi penampilan ekstrakurikuler, band, tari, dan perayaan anniversary SMEAMSA Mania.
SMK Mudisa menegaskan komitmennya bahwa sekolah yang unggul dibangun melalui kolaborasi, keteladanan, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
Penulis: Arif










