BREAKING NEWS

 

Datang dari Jauh Pulang dengan Tangan Hampa, Warga Tanah Merah Keluhkan Pelayanan Aktivasi PIP di BRI Unit Kwanyar: Tidak Ada Sosialisasi Soal Kuota


BANGKALAN | Ungkapnews.com – Sejumlah masyarakat Kecamatan Tanah Merah mengeluhkan pelayanan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) di BRI Unit Kwanyar. Keluhan tersebut muncul setelah beberapa warga yang datang untuk melakukan aktivasi rekening dan pencairan bantuan pendidikan mengaku tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana yang diharapkan.


Menurut keterangan warga, mereka rela menempuh perjalanan cukup jauh dari Tanah Merah menuju BRI Unit Kwanyar dengan harapan dapat menyelesaikan proses aktivasi rekening PIP. Namun setibanya di lokasi, sebagian warga justru diminta untuk kembali pulang dan datang pada hari berikutnya tanpa mendapatkan pelayanan yang diinginkan.


Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, banyak penerima manfaat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan biaya transportasi demi mengurus administrasi pencairan bantuan pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.


“Sudah datang dari jauh, berharap bisa langsung selesai. Tapi setelah sampai di bank malah disuruh pulang lagi. Kami kecewa karena sebelumnya tidak ada informasi yang jelas,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Keluhan warga semakin menguat lantaran tidak adanya informasi atau sosialisasi yang mereka terima terkait mekanisme pelayanan dan pembatasan jumlah peserta yang dapat dilayani setiap harinya. Akibatnya, banyak masyarakat datang secara bersamaan dengan harapan dapat segera melakukan aktivasi rekening PIP.


Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak BRI Unit Kwanyar. Bagian pelayanan bantuan sosial (bansos), Alfian, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan kuota pelayanan untuk proses aktivasi rekening Program Indonesia Pintar.


Menurut Alfian, setiap harinya terdapat kuota sebanyak 70 peserta yang dapat dilayani untuk proses pembukaan dan aktivasi rekening PIP. Setelah kuota tersebut terpenuhi, masyarakat yang datang berikutnya diarahkan untuk kembali pada hari berikutnya.


“Untuk pelayanan aktivasi PIP memang ada kuota sekitar 70 peserta. Jadi ketika kuota sudah penuh, masyarakat kami sarankan datang kembali pada hari berikutnya agar bisa mendapatkan pelayanan,” jelas Alfian saat dikonfirmasi.


Ia menerangkan bahwa pelayanan di BRI Unit Kwanyar tidak hanya difokuskan pada program PIP. Dalam satu hari kerja, petugas juga harus melayani berbagai program bantuan sosial lainnya yang jumlah penerimanya cukup banyak.


“Pelayanan di sini ada dua tahap. Tahap pertama melayani pembukaan rekening dan aktivasi Program Indonesia Pintar (PIP). Tahap kedua melayani pembukaan rekening bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Karena itu pelayanan harus diatur sesuai kapasitas yang ada,” terangnya.


Meski demikian, masyarakat menilai persoalan utama bukan semata-mata soal adanya pembatasan kuota, melainkan minimnya informasi yang disampaikan kepada calon penerima manfaat. Warga berharap pihak bank dapat berkoordinasi dengan sekolah maupun pihak terkait agar masyarakat mengetahui jadwal dan mekanisme pelayanan sebelum datang ke kantor bank.


“Kalau memang ada kuota, seharusnya ada pemberitahuan sejak awal. Bisa melalui sekolah atau pengumuman resmi. Jadi masyarakat tidak datang sia-sia dan tidak perlu bolak-balik,” ujar salah seorang wali murid.


Menanggapi hal tersebut, Alfian menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak masyarakat yang datang untuk mengurus aktivasi bantuan sosial. Menurutnya, apabila terdapat masyarakat yang belum dapat dilayani, hal itu lebih disebabkan oleh keterbatasan kuota harian atau persyaratan administrasi yang belum lengkap.


“Kami tidak pernah menolak masyarakat yang ingin melakukan aktivasi bantuan sosial. Kalau ada persyaratan yang kurang lengkap, kami sarankan untuk melengkapinya terlebih dahulu dan datang kembali keesokan harinya. Begitu juga apabila kuota pelayanan hari itu sudah terpenuhi,” tegasnya.


Polemik ini pun menjadi perhatian masyarakat, terutama para penerima manfaat Program Indonesia Pintar yang berharap pelayanan publik dapat dilakukan secara lebih transparan dan informatif. Warga meminta adanya sosialisasi yang lebih maksimal mengenai jadwal pelayanan, jumlah kuota, serta persyaratan yang harus dipenuhi agar proses aktivasi rekening PIP dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

JamaL
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image